Life Observer

world in my arms

Arti dari Sebuah Prestasi

with 2 comments

Prestasi.

Bagiku, prestasi itu adalah:

  1. berkontribusi pada masyarakat
  2. membuat harum nama bangsa di mata dunia

Tapi banyak orang lebih menganggap penghargaan sebagai prestasi. Misalnya juara umum di kelas, juara lomba nyanyi, dan juara lainnya yang lebih bersifat mengharumkan nama sendiri ketimbang memberikan kemanfaatan pada lingkungan sekitar. Dan itu kini yang banyak terjadi di hampir semua orang-orang yang aku anggap sebagai temanku. Mereka berambisi sekali untuk memburu penghargaan itu. Ah… tapi itu menurutku tidaklah penting. Yang namanya juara lomba yang lebih bersifat individu, efeknya gak bakalan lama, baik itu untuk banyak orang ataupun untuk ia sendiri. Aku percaya bahwa orang-orang yang dicatat zaman dalam sejarah adalah orang-orang yang memiliki prestasi, dan prestasinya itu bukan berefek pada diri sendiri, melainkan terhampar juga kemanfaatannya bagi masyarakat sekitar. Khairunnas anfauhum linnas. Sebaik-baik manusia adalah manusia yang memberi kemanfaatan bagi manusia lainnya. Sayangnya anggapan inilah yang tidak ada dalam hati setiap remaja zaman ini. Mereka lebih menginginkan prestise (pengaruh) ketimbang prestasi, mereka lebih mementingkan penghargaan dari pada nilai lebih dari memberikan kemanfaatan bagi lingkungan sekitar.

Maka semakin bertebaranlah berbagai acara yang menjanjikan popularitas dalam waktu yang instan. Dan tidak aneh bahwa setiap ada kontes yang bisa menjadikan terkenal pemenangnya itu, semakin menjamur dan diminati oleh remaja di negeri ini.

Bagaimana jadinya bangsa ini bila remajanya lebih ingin jadi seleb ketimbang jadi ilmuwan, lebih bernafsu jadi penyanyi ketimbang jadi atlet. Dengan dalih profesi tersebut dianggap sebagai sarana mengungkapkan ekspresi. Tapi itu bukanlah pijakan yang dapat kita anggap benar. Tidak heran bahwa ternyata bangsa ini menjadi kerdil di mata tetangga-tetangganya. Diperparah lagi dengan media-media yang dari hari ke hari menanyangkan tontonon yang semakin tidak bermutu. Parahnya lagi tayangan itu mendapat sambutan yang demikian hangat dari kebanyakan remaja di negeri ini (ah…bukan hanya remaja, tapi hampir semua penduduk di negeri ini).

Mereka lebih mengelu-elukan juara Indonesian Idol, KDI, para artis di sinetron-sinetron ketimbang memperbincangkan tim olimpiade fisika Indonesia yang menjadi juara dunia olimpiade fisika di Singapura beberapa saat lalu, atau atlet peraih medali emas di olimpiade Athena 2004. Sungguh demikian miris kita memandang hal ini. Ataukah merasa biasa-biasa saja???

Written by Deri

Januari 4, 2008 pada 1:16 am

Ditulis dalam Heart Express

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. yup bener banget.trus gimana dong caranya untuk menjadi manusia yang paling bahagia?manusia yang bisa bermanfaat bagi manusia lain.dan perlu dicatat bahwa prestasi tidak hanya menumbuhkan kepergayaan diri yang bersifat positif tapi juga dapat menimbulkan keambisiusan yang akhirnya ,amghalalka segala cara yang bersifat negatif.

    vhung

    Februari 18, 2008 at 3:07 am

  2. hmm….kalo gitu solusi apa yg bisa deri tawarkan?
    terjadi pergeseran pola pikir kan?! gimana caranya mengubah pola pikir masyarakat sekarang…di tengah gempuran iklan2 dan acara2 di media2?
    mulai dari hal yg kecil kan der…mulai dengan menjaga diri kita sendiri, baru org lain
    think globally act locally

    ike

    Februari 25, 2009 at 10:31 am


Tinggalkan Balasan