Life Observer

world in my arms

CERITAKAN PADAKU TENTANG MALAM

with one comment

Senja, ada kawan yang memintaku berkisah tentang malam. Tentang kesunyian yang selalu membuat manusia terhening dalam kesendirian. Menatap bulan yang tak sekedar bersinar. Memandang bintang yang tak sekedar berkelip. Malam juga telah membuat kekaguman di hatiku. Tumbuh merintis angan dalam sepi.

Senja, kau mungkin tahu malam tak pernah bersamamu. Malam tak selalu membuatmu indah. Malam telah membisikkan padaku dinginnya. Tapi kini kuminta engkau bercerita tentang rantai-rantai yang membelenggu kawanku itu. Tentang malam yang seperti bisu. Di sini sendiri aku akan mendengarkanmu,

Wahai engkau yang ingin aku bercerita tentang malam melalui sinar. Maaf aku tak bisa berkisah banyak tentang malam. Sinarku tak mampu menembus apa yang membuat malam itu indah menurutmu. Malam juga melambaikanku pada ujung waktu, untuk membuatku kembali datang, menyapa semesta alam. Aku tak pernah mengharapkan sebuah ketinggian yang akan membawaku. Kemudian mengantar pada dera kebimbangan. Menilam kesepian. Menghadirkan gundah di hatimu. Percayalah malam tidaklah buruk. Ia indah. Buktinya aku selalu melihat engkau berterawang dengannya. Menikmati dingin dan sunyi. Gelap dan riaknya yang lembut hingga menentramkanmu.

Ada kalanya sebuah tanya tak bisa dijawab dengan kata-kata. Menjadi sebuah misteri yang akan terjawab seiring zaman memandang hijau. Engkau, engkau mungkin baru pertama kali mendengarku. Di antara kekaguman. Di antara penat yang dulu membelenggumu. Coba ketahuilah bahwa saat satu bintang berkelip, aku tahu itulah akhirku. Malam telah memberikan keindahan yang lain pada semesta dan pada pengagumnya. Akan tetapi mengapa kau tak berkisah tentang itu saja? Tentang sunyinya. Tentang pekat yang menentramkanmu.

Wahai engkau, aku tak tahu siapa yang selalu melukisku. Adakah itu engkau? Percayalah aku dan malam sama saja. Keindahannya menurutmu melegakan dalam kesendirian ujung hari. Kepastian mana yang lebih indah aku tak mampu menjabarkannya.

Engkau mungkin tahu akan arti keindahan. Menentramkan hati. Menyiangi gelisah dengan sejuk abadi. Tapi ketahuilah aku tak lagi mampu membawamu pada semesta keindahan yang terlampau tinggi. Menidurkan impian dan menghambat kenyataan untuk hadir bersamamu.

Andai malam mau berbagi kisah denganku tentang sebuah keindahan abadi merangsang manusia untuk menyadari bahwa hakikat diri itu adalah sebuah keindahan, aku kan membawamu pada ‘singgasana’ waktuku, dan kan kubiarkan kau melihatku seperti apa.

Ada hening, ada tanya, ada kekaguman.

Semua terangkum dalam satu kata.

Mengiris sepiku dalam gelisah.

Dan malam menutup kehadiranku.”

Ada hati yang pilu, namun cepat menyadari sebuah tanda tanya besar yang tak akan terungkap dengan seribu bahasa jawaban, aku takkan terpuaskan dengan itu.

Percayalah senja kan kucari arti dibalik semua ini. Sampai kau masih dalam pandanganku, menentramkan jiwa menghadirkan bening yang menghapus keraguan.

End of 14 Mei 2007

Written by Deri

Januari 4, 2008 pada 12:56 am

Ditulis dalam Literature

Satu Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. super excelence

    karimaberkarya

    September 10, 2009 at 7:26 am


Tinggalkan Balasan