Life Observer

world in my arms

The Power of Listening

with 3 comments

Mungkin sekarang banyak banget yang ngangkat topik tentang kekuatan dari sesuatu hal, biasanya ada kekuatan cinta, kekuatan pikiran, kekuatan kepercayaan (ini nih yang lagi nge-trend), dan kekuatan-kekuatan yang lainnya. Let’s make new definition about The Power of Listening. Istilah yang saya ciptakan sendiri sebenarnya. Filosofinya? Sederhana saja, Alloh SWT menciptakan telinga itu lebih banyak dibanding dengan mulut, so maksimalkanlah penggunaan indera yang lebih banyak kuantitasnya.

Oleh karena itu marilah kita mencoba untuk lebih banyak mendengar dibanding berbicara. Lebih banyak mengamati dibanding diamati, karena sebenarnya dengan begitu kita dapat lebih banyak memperkaya batin, lebih bijak dalam memandang banyak hal, menjadi lebih empati, jadi lebih ikhlas, jadi lebih memahami karakter banyak orang, sehingga kita dapat menempatkan diri kita di tempat yang tepat. Kawan marilah kita lebih banyak merenungi banyaknya kejadian, kata-kata yang terucap dari yang pernah kita dengar, karena dengan begitu keegoisan kita akan tergerus, kita akan merasakan kenikmatan di situ.

Akan tetapi tentu susah memulainya. Kebanyakan orang menganggap terlalu banyak mendengar itu tandanya gak nampil, orang pendiam, namun percayalah itu bukan sebuah kebenaran yang bisa kita terima, itu hanya vonis. Kesulitan ini mungkin terjadi karena kita sangat memiliki keinginan kuat untuk berbagi dengan yang lain, entah itu berbagi pengalaman, cerita lucu, ataupun ilmu, tapi bukankah dengan mendengarkan perkataan orang lain juga merupakan sebuah tindakan untuk berbagi, berbagi tentang kesempatan, tentang waktu.

Bagaimana kita memulainya? perbanyaklah mengamati, mencoba menahan diri dari kata-kata yang tak penting. Perbanyak analisis, mengingat kembali momen-momen indah kita di masa lalu, kemudian refleksikan itu dalam kehidupan kita saat ini. Insya Alloh kita akan menjadi mahluk yang lebih bijak, dan lebih-lebih yang lain, yang saya ungkapkan di atas.

Kawan, marilah kita sama-sama belajar untuk dapat menerima, untuk dapat berbagi kata-kata, tidak hanya memberi kata namun juga menerimanya dari orang lain. Karena di sinilah sebenarnya kita mencoba memahami karakter orang lain, mencoba memandang segalanya secara lebih luas.

Janganlah terlalu banyak bicara, dengarkanlah semua kata-kata itu. Dan kau kan merasakan bahwa hatimu akan lebih jernih.

Written by Deri

Agustus 31, 2008 pada 4:33 am

Ditulis dalam Heart Express

3 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. pertamax ;)

    postingnnya sangat mengena
    terima kasih :D

    deri:
    thx,,
    keknya postingan ini cocok untuk salah seorang anak asrama

    rifqie

    September 2, 2008 at 7:23 am

  2. The power of listening?
    Kata ust. Anis Matta, mendengarkan, memperhatikan, adalah seninya Cinta. Pertama hanya mendengarkan, kemudian memperhatikan, lalu menumbuhkan, menjaga, merawat, melindungi, kemudian membuat keputusan..atas nama Cinta. (gaya ngomong yg g gw bgt,terkontaminasi serial cintany anis matta ni)

    miftajah

    September 2, 2008 at 6:08 pm

  3. cool!
    saya mau belajar…
    smoga bisa..
    karena ini bawaan dari kecil, dan mungkin sedikit genetik…^^..tapi menurut analisis teman2ku dr TPB sy semakin hari semakin kalem sajah..hahaha

    muthi

    Maret 19, 2009 at 9:55 am


Tinggalkan Balasan