Life Observer

world in my arms

Topik Tugas Akhir Sayah

with 2 comments

Berhubung sudah tingkat 4, aktivitas ini wajib dibahas dan dikerjakan (halah). Tugas akhir pokonamah. Maka mulailah saya mencari tema buat tugas akhir yang akan saya kerjakan. Tapi pada intinya, saya ingin tugas akhir saya nanti membahas mengenai hidrometeorologi, mengapa? Karena saya rasa aplikasi dari ilmu ini sangat besar, gak ribet, dan orang awampun saya pikir bisa memahaminya. Aplikasinya banyak, bisa dipake dalam bidang konstruksi (irigasi, pembangunan pemukiman, jalan raya, dll), eksplorasi (penentuan recharge area, geothermal, dll), pertanian dan kehutanan (yang ini mah jelas banget aplikasinya). Apakah itu hidrometeorologi? Ini merupakan cabang dari ilmu meteorologi lingkungan yang lebih membahas mengenai air (bener gt keknya J).

Ok, dan sayapun mengambil tugas akhir dengan judul:

Pemetaan Daerah Potensi Resapan Air di Indonesia Sebagai Upaya Mendukung Aktivitas Reforestasi Lahan Kritis

Cukup dapat dipahami toh? Intinya saya ingin mendapatkan daerah mana saja yang cukup potensial untuk dapat di-reforestasi dari aspek hidrologinya (dalam hal ini daerah resapan air). Latar belakang kenapa saya memilih itu kayaknya gak usah disampaikan deh, entar malah kayak proposal TA. Lebih lanjut inilah metodologi yang rencananya akan dikerjakan (ingat metodologi bukan algoritma pengerjaan, tapi perlakuan terhadap data):

Keterangan:

GS: ground water storage

PET: potential evapotranspiration

Landuse: Tata Guna Lahan

Dengan judul tersebut saya mencoba untuk presentasi di depan semua temen2 Meteorologi 2005 dan dosen kolokium saya. Saya merasa percaya diri untuk mencoba maju, apalagi pak Armi Susandi (kaprodi saya) menyatakan bahwa judul ini bagus, dan bisa diajukan sebagai upaya dalam adaptasi perubahan iklim, katanya bisa juga dijadikan proyek riset (hehehe). Presentasipun saya jalani. Tapi apa mau dikata ternyata judul yang saya ajukan kurang mendapat respon yang nyambung dari dosen kolokium saya. Beginilah kira-kira kata beliau

  1. Resapan air di Indonesia? Terlalu luas kalau begitu, apalagi karakteristik tiap resapan air di Indonesia berbeda-beda.
  2. Peta Landuse juga kalau se-Indonesia terlalu luas, beda-beda juga.

Alhasil saya merasa kurang yakin dengan judul ini. Merasa sotoy juga, hehehe. Tau ah, mengingat saat itu saya malah jadi kurang yakin dengan kemajuan proposal TA saya. Akhirnya judul ini hanya menjadi angan-angan semata saja, dan kayaknya gak akan jadi judul TA saya.

Lanjut ke kolokium tahap dua, setelah berkonsultasi dengan asdos, akhirnya judul proposal TA saya menjadi:

Studi Paleoklimatologi Berdasarkan

Ukuran Butir dan Ketebalan Sedimentasi

Yang ini pasti gak ngerti. Soale ini topik langka banget, di Indonesia belum ada yang membahas mengenai paleoklimatologi, kalau paleontologi sih ada. Apa itu paleoklimatologi? Sederhananya ini adalah ilmu yang mempelajari karakteristik iklim masa lampau (masa lampau: berjuta-juta atau bermiliar-miliar tahun yang lalu, zaman purba mereun). Cuman saya hanya membahas aspek curah hujan saja. Ya, menceritakan variasi curah hujan masa lampaulah dikaitkan dengan sedimentasi, jadi gak ama waktu, soalnya zaman dulu kan belum ada penanggalan (penahunan ding J). Dan ini adalah metodologinya:

Selidik punya selidik, katanya apa yang saya kerjakan ini akan sangat berguna untuk dunia ekplorasi pertambangan (cuman saya lupa di mananya). Ya gak apa-apalah yang penting ngerjain, masalah entar ada atau tidaknya aplikasi untuk dunia eksplorasi, saya mah gak ambil peduli dulu.

Dan akhirnya topik inilah yang saya akan kerjakan. Lega juga, walau sebenarnya belum begitu mengerti apa yang harus dikerjakan karena literaturnya bener2 nyaris gak ada, kebanyakan jurnal hanya melihat keterkaitan antara debit sungai dengan laju sedimentasi saja, akan tetapi untuk meliha kaitannya dengan curah hujan, saya sendiri belum mendapatkannya (ada yang bisa bantu? J)

Tapi walaupun akhirnya yang akan saya kerjakan adalah mengenai paleoklimatologi, tapi saya masih berkeinginan untuk tetap mengambil topik yang pertama. Mengapa? Karena itu ide murni saya sendiri, gak pake konsultasi2an (makanya keliatan sotoy). Rencana topik reforestasi ini akan saya konsultasikan dengan pak Ari Muhammad (orang WWF Indonesia, cuman lupa jabatannya, koordinator adaptasi perubahan iklim kalau gak salah). Ya moga2 aja cepat2 mendapat kepastian, soalnya semester dua udah mau masuk nih bentar lagi. Cemonlah…..cemon…!!! J

Written by Deri

Januari 22, 2009 pada 3:07 am

Ditulis dalam Heart Express, Keresahan

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. klo ngambil topik pertama tapi cuma di suatu daerah aja gimana der?misalnya jawa barat aja
    kan dosen kolokiumnya udah bener tuh…beliau udah menggiring deri untuk melakukan rumusan masalah biar ga terlalu luas penelitiannya
    mungkin maksudnya bapak itu, minta deri membatasi daerah penelitiannya

    ike

    Februari 25, 2009 at 10:38 am

  2. gimana progress TA-nya? :D

    rifqie

    Maret 19, 2009 at 1:05 am


Tinggalkan Balasan