Bintang Kesepian dan Cerita dalam Hujan (part II)
Bintang itu terkejut saat tepat tetes air hujan terakhir turun menapak bumi, ia menangkap kemunculan purnama di balik awan. Hening dalam keletihan yang membuat ia tak mampu lagi fokus terhadap keadaan sekelilingnya. Ia mencoba memperkuat intensitas sinarnya, namun tinggal remah-remah saja yang mampu menjaganya dari ketidakberdayaan.
Saat silau sinar itu semakin menipis ada asa yang ia kembangkan di sekeliling angkasa. Menyeruak dalam keharibaan malam. Menusuk jiwanya, melapangkan keberterimaan bintang itu.
Namun sejengkal demi sejengkal sirat sinar purnama itu tertutup awan hitam. Bintang kecewa. Bintang termenung. Ada yang menghilang. Tapi ia tetap bersinar meski lambatlaun meredup. Sementara itu tetes-tetes hujan mulai berlomba untuk jatuh ke bumi. Ia tak peduli.


bintang bintang di langit
menyimpan sejuta misteri
berkedip kedip, bermain mata
seolah mengajak kita berkenalan lebih dekat
bintang-bintang di langit
memiliki sejuta rahasia
membentuk gugusan indah
menerangi langkahku disetiap malam terang
kepinglogam
Maret 10, 2009 at 11:36 am
http://meidian.wordpress.com/2008/03/04/bintang-kesepian-dan-cerita-dalam-hujan/
festival tahunan?
Fajar
Maret 14, 2009 at 12:23 pm
yohoho…
deri berpuitisitis..
nice..
^_^
tentangunguku
Maret 20, 2009 at 1:59 pm