Life Observer

world in my arms

Archive for the ‘Heart Express’ Category

Bintang Kesepian dan Cerita dalam Hujan (part II)

with 3 comments

Bintang itu terkejut saat tepat tetes air hujan terakhir turun menapak bumi, ia menangkap kemunculan purnama di balik awan. Hening dalam keletihan yang membuat ia tak mampu lagi fokus terhadap keadaan sekelilingnya. Ia mencoba memperkuat intensitas sinarnya, namun tinggal remah-remah saja yang mampu menjaganya dari ketidakberdayaan.

Saat silau sinar itu semakin menipis ada asa yang ia kembangkan di sekeliling angkasa. Menyeruak dalam keharibaan malam. Menusuk jiwanya, melapangkan keberterimaan bintang itu.

Namun sejengkal demi sejengkal sirat sinar purnama itu tertutup awan hitam. Bintang kecewa. Bintang termenung. Ada yang menghilang. Tapi ia tetap bersinar meski lambatlaun meredup. Sementara itu tetes-tetes hujan mulai berlomba untuk jatuh ke bumi. Ia tak peduli.

Written by Deri

Maret 9, 2009 at 6:12 pm

Ditulis dalam Heart Express

My Personality (part II)

with 2 comments

Hasil tes kepribadian dari:

http://www.quizbox.com/personality/test82.aspx

Your view on yourself: Other people find you very interesting, but you are really hiding your true self. Your friends love you because you are a good listener. They’ll probably still love you if you learn to be yourself with them.

The type of girlfriend/boyfriend you are looking for: You like serious, smart and determined people. You don’t judge a book by its cover, so good-looking people aren’t necessarily your style. This makes you an attractive person in many people’s eyes.

Your readiness to commit to a relationship: You prefer to get to know a person very well before deciding whether you will commit to the relationship.

The seriousness of your love: Your have very sensible tactics when approaching the opposite sex. In many ways people find your straightforwardness attractive, so you will find yourself with plenty of dates. Your views on education Education is less important than the real world out there, away from the classroom. Deep inside you want to start working, earning money and living on your own.

The right job for you: You’re a practical person and will choose a secure job with a steady income. Knowing what you like to do is important. Find a regular job doing just that and you’ll be set for life.

How do you view success: You are confident that you will be successful in your chosen career and nothing will stop you from trying. What are you most afraid of: You are afraid of things that you cannot control. Sometimes you show your anger to cover up how you feel.

Who is your true self: You like privacy very much because you enjoy spending time with your own thoughts. You like to disappear when you cannot find solutions to your own problems, but you would feel better if you learned to share your thoughts with a person you trust.

Written by Deri

Maret 5, 2009 at 5:11 am

Ditulis dalam Heart Express

Seberapa Yakin Kita Ber-KM ITB Sekarang? (Refleksi Menuju Pemilu Raya KM ITB 2009)

with 2 comments

Membaca link di bawah ini saya kemudian jadi berpikir:

http://km.itb.ac.id/web/index.php?option=com_content&view=article&id=171:forum-rembug-km-itb-2009-garis-start-perbaikan-km-itb-oleh-kita-bersama&catid=75:diskusi-diluar-isu-energi-pangan-dan-pendidikan&Itemid=110

ternyata hasil dari forum rembug ini kuranglah membahas atau memunculkan apa masalah yang saya ingin dengar dari dulu sebenarnya. Masalah yang saya ungkapkan ketika Kongres KM ITB 0809 roadshow ke lembaga saya (HMME “ATMOSPHAIRA”). Masalahnya apa? Mungkin pada saat forum rembug dibahas sedikit, namun sayang sekali tidak secara komprehensif masalah itu dikupas. Apakah masalah itu? Oke, saya akan mencoba membahasnya menggunakan analogi kemahasiswaan terpusat-lembaga dan kelurahan-kepala keluarga (kk).

Taruhlah misalnya khasusnya begini, Kelurahan, melalui pak Lurah mengundang warganya untuk mengikuti penyuluhan yang diadakan di balai kelurahan tentang pentingnya wajib belajar belajar 12 tahun. Akhirnya pak Lurah pun mengundang seluruh kepala keluarga untuk mengikuti penyuluhan tersebut. Ketika penyuluhan di mulai pak Lurah memberikan pernyataan bahwa wajib belajar 12 tahun adalah penting. Pak Lurah juga menginstruksikan agar semua warga turut mendukung dan berpartisipasi dalam program wajib belajar 12 tahun itu.

Setelah Pak Lurah mengeluarkan statement seperti itu, para warga banyak juga yang menanggapi.

1.       “saya sepakat dengan pak Lurah. WAJAR 12 Tahun itu penting!”

2.       “kami juga mendukung! Anak kami akan kami sekolahkan sampai SMA”

3.       “demi memajukan kelurahan kita, kami sepakat”

4.       “kami akan terus mendukung program ini, pak. Sebab kami telah banyak mendapatkan manfaat dari program ini”

Itulah tanggapan dari sebagian para warga. Namun ada juga yang memberikan tanggapan yang bisa dibilang bertolak belakang dengan komentar sebelumnya, walaupun pada intinya ada yang tetap mendukung program tersebut.

A.      “kenapa harus WAJAR 12 tahun? Kenapa tidak 16 tahun? Itu lebih kerasa manfaatnya..”

B.      “ah,,,buat apa pak lurah, mendingan pak Lurah lengser saja. Ganti dengan pak Lurah yang baru. Pak Lurah sekarang banyak program, tapi banyak masalah, kelurahan kita gak maju-maju”

Mendengar pernyataan yang berbeda tersebut pak Lurah kemudian berpikir. Ada yang mendukung programnya, ada yang tidak mendukung programnya, termasuk warga yang tidak hadir di penyuluhan itu dia kategorikan sebagai warga yang tidak mendukung programnya.

Saya pikir ada yang keliru dari anggapan yang diambil oleh pak Lurah ini.

-          Dia kurang menyosialkan bahwa adanya penyuluhan di balai kelurahan, sehingga banyak warga yang tidak hadir

-          Dia menganggap warga yang tidak hadir tidak mendukung programnya

-          Dia terlalu memikirkan warga yang hadir, yang memberikan pernyataan yang bertolak belakang tadi, padahal banyak warga yang tidak hadir justru itulah yang perlu diperhatikan.

Saya pikir begini mungkin warga yang tidak hadir memiliki alasan yang kuat mengapa mereka tidak hadir dalam penyuluhan tersebut

1.       Sosialisasi kurang gencar sehingga banyak warga yang tidak hadir

2.       Banyak warga juga yang belum memiliki anak sehingga mereka berpikir buat apa datang toh belum memiliki anak

3.       Akses perjalanan mereka ke balai kelurahan sangatlah sulit, mereka harus melewati rawa-rawa yang rawan binatang buas, atau karena hujan.

4.       Warga belum memahami arti pentingnya menghadiri penyuluhan tersebut

5.       Warga merasa penyuluhan tersebut hanya berguna bagi segelintir orang saja

6.       Warga merasa pak Lurah kurang memperhatikan warganya, sehingga mereka lebih “tertarik” untuk menyelesaikan masalah mereka sendiri, ketimbang menghadiri penyuluhan tersebut.

Itulah yang salah dari pak Lurah (kelurahan) atau mungkin dari warganya sendiri. Tapi di sini lebih banyak pak Lurah (kelurahan) yang salah. Bagitupun dengan kemahasiswaan kita. Masalah yang dibahas ketika forum rembug bukanlah masalah yang sebabnya kurang sepakat sepakat terhadap sistem. Sepakat sih sepakat untuk ber-KM ITB tapi saya yakin bukan hanya masalah itu muncul sebabnya kurang sepakat terhadap sistem. Saya pikir sebabnya bukan hanya pada sepakat atau tidak sepakatnya terhadap sistem. Ada sebab yang lain. Sebab yang bukan karena adanya keinginan untuk restarting system kemahasiswaan (analog dengan tanggapan dari warga yang B), atau sebab adanya keinginan dari satu atau beberapa lembaga untuk megarahkan sistem kemahasiswaan seperti begini, begitu, atau apapun (analog dengan tanggapan dari warga yang A). Saya pikir bukan seperti itu. Ada sebab lain. Ada sebab yang dianggap oleh kemahasiswaan terpusat, lembaga dipertanyakan komitmennya untuk ber-KM ITB (analog dengan ada sebab lain yang dianggap oleh kelurahan, warganya dipertanyakan untuk mendukung dan menyukseskan program penyuluhan pentingnya WAJAR 12 Tahun).

Dalam hal ini pak Lurah (kelurahan) adalah cermin dari kemahasiswaan terpusat, dan para warga (kepala keluarga) adalah cermin dari lembaga. Ada beberapa sebab lain yang perlu diurai di sini. Sebab ini analog dengan sebab “mengapa warga tidak datang penyuluhan, sehingga dianggap tidak mendukung program kelurahan?” Kembali dalam hal ini komitmen ber-KM ITB analog dengan menyukseskan program-program kelurahan. Sedangkan adanya penyuluhan wajib belajar 12 tahun analog dengan kegiatan-kegiatan atau apapun medianya dari kemahasiswaan terpusat, yang pada intinya jika bersepakat ber-KM ITB maka harus mengirimkan sumber daya, entah itu untuk langkah eksekusi program (kabinet) atau legislasi aturan dan landasan (kongres).

Mari kita urai sebab permasalahan tersebut memakai 7 sebab warga tidak datang penyuluhan di atas.

1.       Sosialisasi kurang gencar sehingga banyak warga yang tidak hadir.

Maksudnya: selama ini kemahasiswaan terpusat kurang gencar dalam menyosialkan even-even kemahasiswaan, sehingga lembaga-lembaga ada yang tidak mengetahui hal tersebut

2.       Banyak warga juga yang belum memiliki anak sehingga mereka berpikir buat apa datang toh belum memiliki anak

Maksudnya: selama ini kemahasiswaan terlalu menuntut untuk mengirimkan sumber daya (terutama sumber daya manusia), padahal tidak semua lembaga memiliki SDM yang berlimpah. Inilah kesulitan lembaga yang minim SDM, di internalnya sendiri mereka kurang maksimal menjalankan proker karena minimnya SDM, di sisi eksternal dianggap tidak berkomitmen untuk ber-KM ITB karena tidak mengirimkan SDM

3.       Akses perjalanan mereka untuk mengikuti penyuluhan sangatlah sulit, mereka harus melewati rawa-rawa yang rawan binatang buas, atau karena hujan.

Maksudnya: (mungkin) ada lembaga yang memang bersepakat ber-KM ITB, namun mereka kesulitan untuk menunjukkan komitmen itu. Di sini mungkin kemahasiswaan perlu memfasilitasi agar komitmen mereka ini lebih mudah untuk diperlihatkan

4.       Warga belum memahami arti pentingnya menghadiri penyuluhan tersebut

Maksudnya: selama ini (mungkin) ada lembaga yang kurang menyadari pentingnya beraktivitas dalam KM ITB, sehingga pemahaman mereka mengenai KM ITB itu sendiri sangat kurang. Sekali lagi, perlunya kemahasiswaan terpusat secara kontinu dan berkelanjutan memahamkan KM ITB ke semua lembaga.

5.       Warga merasa penyuluhan tersebut hanya berguna bagi segelintir orang saja.

Maksudnya: selama ini (mungkin banyak) kegiatan-kegiatan di KM ITB hanya mencerminkan identitas lembaga tertentu, sehingga ada anggapan KM ITB hanya milik pihak-pihak tertentu saja. Di sini mungkin kemahasiswaan terpusat harus kreatif menggali semua kekhasan tiap-tiap lembaga. Sebab ini juga dapat mematikan identitas lembaga tertentu dari sisi eksternal, sehingga bisa saja lembaga tersebut kurang dikenal, ada banyak sebab mungkin, tapi rasanya memang lebih baik agar (kegiatan-kegiatan ber-) KM ITB ini tidak hanya dimiliki atau diidentikkan dengan pihak atau lembaga tertentu saja.

6.       Warga merasa pak Lurah kurang memperhatikan warganya, sehingga mereka lebih “tertarik” untuk menyelesaikan masalah mereka sendiri, ketimbang menghadiri penyuluhan tersebut.

Maksudnya: sebab ini mungkin yang paling kelihatan di antara lembaga-lembaga. Selama ini kemahasiswaan terpusat atau bahkan antar lembaga kurang memahami masalah lembaga lainnya. Sehingga kecenderungan yang ada adalah ada lembaga yang beranggapan,”masalah internal saja belum beres, ngapain beraktivitas di kemahasiswaan terpusat?. Yang diperlukan di sini adalah tiap elemen KM ITB (kabinet, kongres, himpunan, unit, tim beasiswa, MWA WM beserta tim) harus memahami masalah serta situasi kondisi antar lembaga, serta bersama-sama mencari solusinya.

Pemilu Raya KM ITB 2009 sudah di depan mata. Walaupun dengan banyak rintangan dan respons dari massa kampus yang beragam, saya pikir Pemira KM ITB harus tetap fokus (namun dengan tidak mengabaikan aspirasi massa kampus). Saat ini (mungkin) ada 3 pasang calon Presiden KM ITB dan calon Anggota MWA Wakil Mahasiswa. Benny-Uchup (yang katanya sudah ditetapkan calon), Yunus Ridwan (dua orang ini pernah menjadi promotor Uchup-Benny), dan Ilham-Annas (ini pasangan baru). Semoga aja pemenang pemilu KM ITB sekarang ini mampu mengatasi persoalan dan masalah yang saya ungkapkan di atas.

Barangkali itulah yang ada di benak saya selama ini sejak saya pernah menjadi Senator, bahkan sampai selesainya forum rembug kemarin tidak ada satupun yang membahas kegelisahan saya ini. Atau mungkin juga kegelisahan beberapa lembaga terhadap masalah yang ada di mereka. Overall, forum rembug telah memberikan paradigma yang semestinya harus dipahami oleh semua elemen KM ITB dalam mewujudkan komitmen ber-KM ITB. Contoh paling jelas: forum rembug menjelaskan mana kabinet (atau kemahasiswaan terpusat) mana KM. Selama ini masih banyak pihak keliru menganggap kabinet sebagai KM.

Written by Deri

Maret 1, 2009 at 12:45 pm

Ditulis dalam Heart Express

-The Hud Hud as Sufi-

with one comment

The Birds, who  represent  humanity

are invited by the Hud Hud, the Sufi,

to  take  on  a  journey  to seek their

legendary King, Simurgh, who lives in

the  mountains   of   Kaf.  The  birds,

after the  initial excitement begin to

give  excuses  not  to  partake  on the

journey. To each  of their complaints,

the Hud Hud would reply with a story

to emphasize the uselessness of being

satisfied with what they have  versus

what  they  should  have.  Finally  the

Hud Hud mentions  that their journey

would entail travessing seven valleys.

These are the -

Valley of Quest, where the pilgrim

must renounce desires;

Valley of Love, where the Seeker is

completely consumed by a thirst

for the beloved;

Valley of Intuitive Knowledge, where

the heart receives directly the

illumination of Truth;

Valley of Detachment, where the

Traveller becomes completely

detached from desires and

dependence;

Valley of Unification, where the

Seeker understands that what seemed

to him to be different things and

ideas are in fact, only one;

Valley of Astonishment, where the

Traveller experiences both

astonishment and love;

Valley of Death, where the Seeker

understands the mystery, the

paradox, of how an individual “drop

can be merged with the ocean, and

yet remain meaningful”.

Sungguh aku ingin mewarisi semangat burung hud-hud. Burung kecil yang terbangnya rendah namun ia mampu melintas gurun, menahan angin kencang, menebas rintang, hingga ia mampu menempuh perjalanan yang demikian jauh, dari Yaman menuju negeri Putri Saba di Palestina.



Written by Deri

Februari 24, 2009 at 10:12 am

Ditulis dalam Heart Express

Mocca: Friends Lyrics–>

with 2 comments

Sebenarnya baru pertama kali ini posting lirik lagu di blog.

Mocca adalah salah satu grup band favorit saya. Musiknya asyik. Mewah dan lirik-liriknya sarat makna. Salah satu album paling favorit adalah yang berjudul Friends. Ada yang mau nyariin mp3-nya??? Kasetnya sih punya,,, tapi pengenlah transfer ke mp3 player.

Lagu yang paling disukai dan menggambarkan saya banget adalah track no.1, no.2, no.3, no.4, no.5, no.7, no.9, no.11

cariin lagu-lagunya dong!!!!!

1st : On the night like this

On the night like this
There’re so many things I want to tell you
On the night like this
There’re so many things I want to show you

Cause when you’re around
I feel safe and warm
When you’re around
I can fall in love every day

In the case like this
There are thousand good reasons
I want you to stay..

2nd : I think I’m in love

If you got an eerie feeling after hanging up the phone
Sort of happy feeling but you’re not sure what it’s called

If you’re haunted by his face whenever you’re asleep at night
And think you hear his silly voice just calling out your name

Reff:
Oh ,no! I think I’m in love with you..
Oh, no! I’m hoping you’ll want me too
So, please..don’t let me down!

Just can’t help but talk about him in every conversation
Till your friends are sick and tired of that same old crap

If you start wearing make up even when you go to bed
Crying like a baby when you hear a mellow song

Reff:..

3rd : My only one

We had a fight last night
And I called him: “mad!”
Makes me feel so sad
And I’m so ashamed

He’s my only one
I give him all my love
Even though my mom says: “No!”
I just go on and on..

No one’s gonna take him away from me..

Everyday and every night
I just wanna hold him tight and make sure that everything stays right
And everyday and every night
To dream of him is my delight and know that
He’ll stay with me all the way

4th : Friend

* If anyone can fill my world with joy and happiness
And cast away all of my loneliness
Always there beside me when I am down
And never left my face with a frown

Reff:
It’s you! Yes, it is you my friend who can make it all come true
It’s you! Yes, it is true a friend in need is a friend indeed

If anyone can fill my world with joy and happiness
And cast away all of my loneliness
Always there beside me when I am down
And never left my face with a frown

Reff:
It’s you! Yes, it is you my friend who can make it all come true
It’s you! Yes, it is true a friend in need is a friend indeed

When you’re around I wrap my self in a pearly smile
When you’re around you light the bulb inside my head
When you’re around I wrap my self in a pearly smile
When you’re around I dance and sway and kiss the ground
(*, reff)

When you’re around I wrap my self in a pearly smile
When you’re around you light the bulb inside my head
When you’re around I wrap my self in a pearly smile
When you’re around I laugh and sing out strong and loud

5th :Lucky Man

Some people say you’re a lucky man
To win the first prize lottery
Some people say you’re a lucky man
To have a high-flying bright career

But I know they’re wrong
And I’m sure they’re wrong

Some people say you’re a lucky man
To have a lot of friends out there
Some people say you’re a lucky man
To have doors open everywhere

But I know they’re wrong
You’re a very lucky man
To know such a girl like her

6th: I Would never..

Sentimental feeling in my heart
Growing bigger stronger everyday
Every single day and every night
All of them mean more than words can say

Believe me, as I believe in you..

I would never run away from you
I would never ever lie to you
I would never run away from you
I would never ever let you down

7th: You and me against the world

Baby, hold my hand
Count to ten
Break the chain
I’m gonna take you inside my space

Baby, don’t be afraid
Maybe it’s our fate
Just wait and see
I’m goin’ to shout about it
* It is you and me against the world
Don’t waste our time for tomorrow
With you by my side
I can do anything
You and me against the world
Goodbye to all of our sorrow

So let’s just put them aside
Put all the worries behind us (2x)

Repeat from *

8th: Buddy Zeus

I try to find that old blue leash
Here you are…but please don’t bark!
Running, playing in the park
Tryin’ to find your favorite spot

Go fetch that stick my furry friend
Or catch that Frisbee in the wind
I bounce the ball..You start to roll
But then you suddenly stop..

Reff:
Oh..God!you poo..But what can I do?
I hope no one sees that thing you do..
Oh..please don’t pee..You embarrass me..
I hope no one sees that thing you do..

My dear Buddy, it’s time for bath!
Don’t you dare to run away!
The suds are up, come on get up!
I’ve got a date please hurry up!

Here he comes the guy next door
And he’s the one that I adore
And then he smiles..I start to blush
But then you suddenly stop!

Reff:…

9rd : This Conversation

Hey, Boy! Did you know?
I lie awake in my dreamy bed
Thinking of you and those crazy times we’ve had

Sometimes I wonder..
Whether you’re a Jekyll or you’re a Hyde?
Sometimes you are wise and tell no lies

Reff: Oh I can’t tell..
‘cause you make me feel so loved and confused
This conversation may never happen

Hey, Girl! Did you know?
I miss you so though it may not show
Thinking of you and those crazy times we’ve had

My dear I have news to tell you
Your silly jokes did brighten me
You cheered me up when I was down..

Reff (2x) May never happen (3x)

10th : How wonderful life would be

Oh, dear! How wonderful life would be..
With you still in my heart
Oh, dear! How wonderful life would be..
With you still in my dreams

Only stars in the sky
Who will understand my tears?
Let the time pass me by
I am lonely as can be
Lonely raven in the sky
Who will understand my fears?
It is just you and I..
My aching despair..

11th: Swing it Bob

* Hello Dear! What can I do for you?
Will you go and swing along tonight?
Just take a step and they’ll do the rest
Just let it flow…and you will glow
Just like the moonbeam up in the sky tonight

Never mind…troubles that may have come
Just go along with the tunes the band are playing
But let’s go and dance!
Do tango or a mambo jumbo I don’t care!

To *

Do the cha-cha-cha..
Do the Tango..
Do the Samba..
Or Perhaps play something sweet..slow..and nice like…a waltz?

Na’ah! I prefer to go swinging…!

Repeat *

12th: It’s over now

I know that you’re very nice
Never ever tell me lies
You’re always there to comfort me
And cheer me up when I am down

* However that is it
You’ve got you’re world and I’ve got mine
And after all that we’ve been through I must say

Reff :
Sorry honey, my heart is not for you..
Sorry baby this love is not for you
Sorry honey, my heart is not for you..
Sorry baby this love is not for you
It’s over now..

To *, Reff

Written by Deri

Februari 17, 2009 at 7:26 am

Ditulis dalam Heart Express

Shalatku, Shalatmu, Shalat Kita, dan Shalat Mereka

with one comment

Masihkah kita merasa biasa-biasa saja ketika kita meninggalkan shalat? Padahal sabda Rasul SAW menyatakan bahwa shalat adalah amal yang akan diperiksa pertama kali ketika kelak di akhirat (H.R. Tirmidzi). Shalat ibarat gerbang awal terhadap pemeriksaan amal selajutnya. Lalu apakah dengan itu kita masih merasa biasa-biasa saja?

Secara pribadi, mungkin kita pernah meninggalakan shalat akibat kita kecapean atau terlupa. Bagaimanakah perasaan yang timbul? Apakah biasa-biasa saja? Kalau begitu mungkin shalat kita belum menjadi sebuah pemenuhan kebutuhan spiritual. Akan sama halnya dengan orang yang bahkan selama hidupnya jarang sekali menjalankan shalat (kalau tidak pada hari Jumat), terus kemudian perasaannya biasa-biasa saja, tentu tidak ada rasa menyesal ataupun niat untuk tidak meninggalkan shalat lagi.

Kawan, niatkan shalat sebagai amal dasar di dunia ini untuk kita mendapatkan pahala. Sehingga ketika kita diri ini lalai meninggalkan shalat dalam kondisi kecapean ataupun terlupa (mudah-mudahan kita dijauhkan dari kasus semacam ini), ada perasaan menyesal dan memohon ampun kepada Alloh SWT.

Sering saya pribadi merasa bertanya-tanya apakah orang yang diamanahi memegang kebijakan publik apakah sering melalaikan shalatnya? Dengan aktivitas demikian sibuknya melayani rakyat, membuat peraturan, menentukan kebijakan, apakah masih ada di dalam pikiran mereka terbersit untuk rehat sejenak beristirahat kemudian menunaikan shalat. Tentu mungkin dalam perjalanannya shalat mereka ada saja yang tidak khusyuk, karena harus dituntut aktivitas selanjutnya. Namun alhamdulillah dengan aktivitas yang insya Allah berpahala besar jika dijalankan dengan ikhlas, adil, dan kompeten, para pemegang kebijakan publik atau abdi negara itu masih tetap menjalankan shalatnya.

Jangan seperti artis kebanyakan kini. Saya pribadi yakin walaupun mereka muslim, banyak sekali yang jarang shalat atau bahkan tidak pernah shalat. Model artis begini apabila kita tanya mengapa tidak menjalankan rukun islam yang kedua ini secara konsisten, ada tiga tipe:

  1. Tipe Pertama: ah, saya masih belum siap untuk shalat, hati saya masih belum bersih, aktivitas saya masih banyak, mungkin nanti seandainya hidayah dari Yang Di Atas turun kepada saya.

Tanggapan: artis seperti ini perlu lebih banyak diarahkan. Shalat itu merupakan aspek dasar amal kita, dan proses menjalankannya tidak perlu menunggu hati bersih atau turunnya hidayah.

  1. Tipe Kedua: yang penting hati saya bersih tidak kotor, dan banyak beramal untuk orang miskin. Buat apa shalat kalau misalnya hatinya masih busuk?

Tanggapan: jawaban seperti ini selain yang terlontar dari artis juga mungkin terlontar dari orang kaya yang baik, atau orang desa yang pendidikan agamanya kurang, tapi sok-nya luar biasa. Orang seperti ini juga harus mendapatkan penjelasan yang komprehensif mengenai hakikat shalat.

  1. Tipe Ketiga: buat apa shalat? Toh, tanpa shalat aku tetap menjadi kaya.

Tanggapan: orang seperti ini perlu dikembalikan ke jalan yang benar

Ya begitulah, sekedar ingin berbagi keresahan hati ini dengan kawan-kawan sekalian. Bolehkah aku bertanya? Bagaimana dengan shalatmu, kawan?

Written by Deri

Januari 29, 2009 at 2:27 am

Ditulis dalam Heart Express, Keresahan

Remaja Peduli

with 3 comments

Ini adalah pengalaman yang kurang mengenakan mungkin bagiku. Sekaligus menyiratkan kekecewaan yang teramat dalam. Ceritanya gini, hari itu kira-kira pukul setengah enaman-lah. Aku berniat makan di warung Ayam Cola Gelap Nyawang. Sendiri, tapi memang karena ingin sendiri, rasanya perut ini tak bisa kompromi kalau diajak makan selepas maghrib nanti. Tanpa pikir panjang aku keluar kamar 405 turun sebanyak empat anak tangga menuju ke bawah (oiya kebetulan kejadian ini aku alami saat aku masih berada di Asrama Salman). Tanpa berlama-lama aku menuju langsung menuju warung Ayam Cola itu, mengingat memang warung itulah yang saat aku tiba masih kosong. Ku pesan langsung menu yang ada. Berpikir sejenak, langsung kupilih menu yang ingin ku makan. Ku minta cepat dibuatkan kepada bapak-bapak sang penjual. Huh, lapar dan cape sekali rasanya. Sesaat aku duduk menghadap jalan Gelap Nyawang. Agak kaget, terlihat di depanku ada sepasang anak SMA cewek-cowok duduk berhadapan dan agak sedikit merapat. Aku sih mencoba berpikiran positif gak berburuk sangka. Mungkin kedua anak itu sedang mendiskusikan pelajaran sekolah atau hanya sekedar bercerita. Lagian aku juga tak terlalu memperhatikan, karena memang aku sudah sangat kelaparan, dan makan siang (yang dimakan di waktu sore) telah tersaji di hadapanku. Akhirnya dengan agak apatis aku hanya mengarahkan pandanganku pada nasi dan Ayam Cola yang terhidang di atas mejaku. Mengingat perut tak bisa lagi dibuat bertahan, akhirnya ku serang juga itu Ayam Cola dengan buasnya.

Tapi lama kelamaan pemandangan yang kulihat di depanku itu malah membuat makanku menjadi tak berselera. Bagaimana tidak, kedua cewek cowok itu malah semakin merapat, yang cowok malah merangkul pinggang si cewek, walaupun si cewek agak menolak-nolak manja (huuueeekkk!). Aku tak mau menjelaskan lebih detail, yang jelas pemandangan seronok (jijik) itu. Ditambah lagi gerak muka si cowok yang nyosor ke si cewek, sungguh membuatku untuk cepat-cepat menyelesaikan makananku ini.

Tak berapa lama, aku menyelesaikan makanku. Langsung kubayar dan aku bergegas cepat meninggalkan Gelap Nyawang. Muak rasanya aku melihat itu. Aku mungkin salah, karena telah membiarkan kemaksiatan terjadi di depanku, tapi ah sudahlah, aku keburu ilfil ketika melihat pemandangan itu.

Aku jadi kepikir, kok bisanya kebanyakan remaja sekarang aktivitasnya seperti itu. Tak jauh dari budaya hedonis, matrealis, dan dangkal dalam berpikir mereka. Aku juga menyayangkan aktivitas mereka. Malah bergerombol tidak jelas ketimbang berdiskusi tentang pelajaran atau isu-isu aktual, malah ikut geng motor ketimbang aktif di kegiatan ekskul. Apakah kebanyakan remaja sekarang ini seperti itu? Saya jadi kaget, dulu ketika masih SMA atau SMP dalam pikiran saya adalah bagaimana caranya biar bisa mendapat nilai sembilan untuk matpel matematika, fisika, kimia dan biologi kemudian mendapat ranking lima besar, atau bagaimana menjadi juara di ajang-ajang seperti cerdas cermat atau lomba karya tulis. Itulah yang saya pikirkan dulu, aktivitas saya dulu. Khawatir juga melihat aktivitas remaja sekarang ini. Walau sebenarnya saya tak menyangkal masih banyak remaja yang aktivitasnya malah mendatangkan manfaat, baik bagi diri mereka sendiri ataupun bagi lingkungan sekitar. Dan saya pikir aktivitas seperti ini pastilah banyak di sekitar mereka.

Saya kemudian jadi teringat nasyid yang berjudul remaja peduli, dari sapa gitu ya lupa, kalau tidak salah Edcoustic

Remaja peduli pintar dan mandiri

Giat berprestasi

Kupersembahkan untuk illahi…

Bersatu berjihad dalam dakwah islam

Di atas panji Al Quran dan As Sunah

Dari penggalan lirik lagu di atas sebenarnya jelas bahwa remaja seperti itu lebih punya nilai. Remaja yang selalu mengajak kepada kebaikan dan menarik simpul-simpul kemandirian dalam setiap aktivitasnya. Prestasi ia jadikan sebagai cermin diri untuk ajakan kepada kebaikan. Itulah cermin remaja yang diidamkan masa kini, remaja yang aktivitasnya selalu mendatangkan manfaat.

Written by Deri

Januari 29, 2009 at 2:21 am

Ditulis dalam Heart Express, Keresahan

Topik Tugas Akhir Sayah

with 2 comments

Berhubung sudah tingkat 4, aktivitas ini wajib dibahas dan dikerjakan (halah). Tugas akhir pokonamah. Maka mulailah saya mencari tema buat tugas akhir yang akan saya kerjakan. Tapi pada intinya, saya ingin tugas akhir saya nanti membahas mengenai hidrometeorologi, mengapa? Karena saya rasa aplikasi dari ilmu ini sangat besar, gak ribet, dan orang awampun saya pikir bisa memahaminya. Aplikasinya banyak, bisa dipake dalam bidang konstruksi (irigasi, pembangunan pemukiman, jalan raya, dll), eksplorasi (penentuan recharge area, geothermal, dll), pertanian dan kehutanan (yang ini mah jelas banget aplikasinya). Apakah itu hidrometeorologi? Ini merupakan cabang dari ilmu meteorologi lingkungan yang lebih membahas mengenai air (bener gt keknya J).

Ok, dan sayapun mengambil tugas akhir dengan judul:

Pemetaan Daerah Potensi Resapan Air di Indonesia Sebagai Upaya Mendukung Aktivitas Reforestasi Lahan Kritis

Cukup dapat dipahami toh? Intinya saya ingin mendapatkan daerah mana saja yang cukup potensial untuk dapat di-reforestasi dari aspek hidrologinya (dalam hal ini daerah resapan air). Latar belakang kenapa saya memilih itu kayaknya gak usah disampaikan deh, entar malah kayak proposal TA. Lebih lanjut inilah metodologi yang rencananya akan dikerjakan (ingat metodologi bukan algoritma pengerjaan, tapi perlakuan terhadap data):

Keterangan:

GS: ground water storage

PET: potential evapotranspiration

Landuse: Tata Guna Lahan

Dengan judul tersebut saya mencoba untuk presentasi di depan semua temen2 Meteorologi 2005 dan dosen kolokium saya. Saya merasa percaya diri untuk mencoba maju, apalagi pak Armi Susandi (kaprodi saya) menyatakan bahwa judul ini bagus, dan bisa diajukan sebagai upaya dalam adaptasi perubahan iklim, katanya bisa juga dijadikan proyek riset (hehehe). Presentasipun saya jalani. Tapi apa mau dikata ternyata judul yang saya ajukan kurang mendapat respon yang nyambung dari dosen kolokium saya. Beginilah kira-kira kata beliau

  1. Resapan air di Indonesia? Terlalu luas kalau begitu, apalagi karakteristik tiap resapan air di Indonesia berbeda-beda.
  2. Peta Landuse juga kalau se-Indonesia terlalu luas, beda-beda juga.

Alhasil saya merasa kurang yakin dengan judul ini. Merasa sotoy juga, hehehe. Tau ah, mengingat saat itu saya malah jadi kurang yakin dengan kemajuan proposal TA saya. Akhirnya judul ini hanya menjadi angan-angan semata saja, dan kayaknya gak akan jadi judul TA saya.

Lanjut ke kolokium tahap dua, setelah berkonsultasi dengan asdos, akhirnya judul proposal TA saya menjadi:

Studi Paleoklimatologi Berdasarkan

Ukuran Butir dan Ketebalan Sedimentasi

Yang ini pasti gak ngerti. Soale ini topik langka banget, di Indonesia belum ada yang membahas mengenai paleoklimatologi, kalau paleontologi sih ada. Apa itu paleoklimatologi? Sederhananya ini adalah ilmu yang mempelajari karakteristik iklim masa lampau (masa lampau: berjuta-juta atau bermiliar-miliar tahun yang lalu, zaman purba mereun). Cuman saya hanya membahas aspek curah hujan saja. Ya, menceritakan variasi curah hujan masa lampaulah dikaitkan dengan sedimentasi, jadi gak ama waktu, soalnya zaman dulu kan belum ada penanggalan (penahunan ding J). Dan ini adalah metodologinya:

Selidik punya selidik, katanya apa yang saya kerjakan ini akan sangat berguna untuk dunia ekplorasi pertambangan (cuman saya lupa di mananya). Ya gak apa-apalah yang penting ngerjain, masalah entar ada atau tidaknya aplikasi untuk dunia eksplorasi, saya mah gak ambil peduli dulu.

Dan akhirnya topik inilah yang saya akan kerjakan. Lega juga, walau sebenarnya belum begitu mengerti apa yang harus dikerjakan karena literaturnya bener2 nyaris gak ada, kebanyakan jurnal hanya melihat keterkaitan antara debit sungai dengan laju sedimentasi saja, akan tetapi untuk meliha kaitannya dengan curah hujan, saya sendiri belum mendapatkannya (ada yang bisa bantu? J)

Tapi walaupun akhirnya yang akan saya kerjakan adalah mengenai paleoklimatologi, tapi saya masih berkeinginan untuk tetap mengambil topik yang pertama. Mengapa? Karena itu ide murni saya sendiri, gak pake konsultasi2an (makanya keliatan sotoy). Rencana topik reforestasi ini akan saya konsultasikan dengan pak Ari Muhammad (orang WWF Indonesia, cuman lupa jabatannya, koordinator adaptasi perubahan iklim kalau gak salah). Ya moga2 aja cepat2 mendapat kepastian, soalnya semester dua udah mau masuk nih bentar lagi. Cemonlah…..cemon…!!! J

Written by Deri

Januari 22, 2009 at 3:07 am

Ditulis dalam Heart Express, Keresahan

My Time Is Running Out

with 2 comments

Mengamati aktivitas saya menjadi mahasiswa kini (semester7-8, tingkat akhir), rasanya ada yang kurang. Ya memang ada yang kurang. Inilah yang membuat saya sering berpikir dan berkontemplasi. Bayangkan saja, dulu ketika amanah sebagai senator HMGM masih melekat di jiwa ini, seakan saya menjadi pribadi yang dikenal banyak orang, orang penting dalam kemahasiswaan ITB saat itu. Dan kini semua amanah itu telah berakhir, tidak ada tujuan lain selain saya ingin memajukan Himpunan saya (HMME) yang hanya beranggotakan 18 orang, dan kesemuanya adalah 2005. Ini adalah sebuah pertaruhan bagi saya. Untuk saat ini saya ingin menjadi EGOIS untuk himpunan saya ini. Kalau tidak egois, berarti himpunan ini akan mati.

Resmi setelah keluar dari asrama salman tentu sangat banyak kehilangan yang saya alami. Parahnya kinipun saya jarang ke salman, bahkan untuk shalat sekalipun (sangat jarang). Akan tetapi saya ingin merekatkan kembali hubungan kekeluargaan dengan teman-teman di Meteorologi 2005. Saya yakin mereka jelas membutuhkan saya. Pun untuk membangun himpunan ini. Masa-masa yang hilang ketika saya masih berada di asrama. Ketika saya masih menjadi seorang senator, ketika aktivitas itu demikian banyak. Aktivitas yang menjauhkan saya dari “keluarga” saya sendiri. Keluar dari asrama merupakan pilihan terberat. Akan ada banyak hal yang hilang pastinya. Tapi pilihan juga menuntut sebuah sikap konsekuen dan konsisten. Ya itulah, saya ingin egois untuk keluarga saya di meteorology terutama. Lebih sering berdiskusi dengan mereka, bercerita, bercanda, mengerjakan tugas-tugas akademik, bersama menjalankan himpunan ditengah tuntutan akademik yang kami berjanji untuk lulus Juli 09 (ya paling telat Oktoberlah). Momen-momen yang jarang sekali saya alami ketika saya masih menjadi kader inti salman itb, bahkan ketika menjadi seorang senator. Walaupun ada sebuah kenyataan pahit saya harus menjadi terasing dengan komunitas orang-orang yang aktif di kemahasiswaan terpusat.

Oiya, sebentar lagi akan pemilu raya km itb 09 akan segera diselenggarakan, kabar ada kabar, menurut seorang teman di dewan legislative sana, bakal ada 4 pasang capres-caAMWAWM. Hehehe banyak juga, bahkan ada beberapa orang dari keempat pasang itu yang mulai berkampanye, mulai menggalang massa (haha siga menggalang meri wae). Gimana pendapat saya sendiri? Sebenarnya ingin juga kembali beraktivitas di kemahasiswaan terpusat kembali, ya setelah selesai di HMME inilah (mngkin bulan Maret 09). Tapi ternyata kalau saya ingin kembali beraktivitas, saya harus memulainya dari nol. Padahal saya termasuk orang lama di kemahasiswaan terpusat (ahahahah). Iya zaman KM ITB kini adalah zamannya orang-orang baru, ya walaupun ada yang seangkatan dengan saya. Tapi tetap saja orang-orang baru. Zaman saya adalah zaman KM ITB 0708 ke atas, makanya angkatan 2005 ke bawah pasti kurang banyak yg mengenal saya, tapi mungkin hanya ada beberapa. Itu karena zaman saya dan zaman mereka berbeda.

(hehehe, tulisan gak jelas sebenarnya, padahal tujuan awalnya menyambut pemilu raya km itb 09)

Written by Deri

Januari 18, 2009 at 9:15 am

Ditulis dalam Heart Express

My Personality

with 4 comments

Setelah sekian lama mencoba mengikuti kuis personality (karena gagal melulu), akhirnya saya bisa menyelesaikan juga. Ini dia hasilnya:

http://meidian.mypersonality.info/

Sebenarnya ikut-ikut kuis personality ini bagi saya bukan untuk mengetahui bagaimana diri saya sebenarnya, tapi lebih sebagai sarana untukasyikasyikan aja.  Da sebenarnya kuis personality seperti ini bisa saya identifikasi pertanyaan-pertanyaan. Saya biasanya tau pertanyaan anu merupakan representasi untuk sikap anu, makanya saya tak heran dengan hasil yang seperti itu karena saya sudah bisa mengarahkan hasil kuis personality sesuai dengan apa yang saya pikirkan dan inginkan tentunya. Hehehe…

Gak penting sebenarnya. Tapi gak apa-apalah.

Saya menyukai kuis-kuis semacam ini. Dan kebanyakan kuis-kuis seperti ini bisa saya arahkan hasilnya seperti apa. Cuman satu kuis yang sampai saat ini saya belum bisa arahkan hasilnya. Yaitu Kokology. Entah memang pertanyaan-pertanyaan di kuis kokology sangat abstrak dan sukar diduga.

Written by Deri

Desember 18, 2008 at 10:24 am

Ditulis dalam Heart Express