Life Observer

world in my arms

Quote (I)

tinggalkan komentar »

Bangsa ini rindu dengan kepemimpinan pemuda yang tidak kharismatik, tapi mampu menarik simpul-simpul perhatian massa untuk mendukungnya. Antikemapanan tapi masih bisa survive dalam menghadapi segala tekanan. Pasif dari aktivitas yang mendatangkan kesia-siaan dan berani memikirkan perubahan besar. Tidak disukai banyak orang tapi karya-karyanya bermanfaat untuk banyak orang. Itulah cermin pemuda yang dibutuhkan bangsa ini sekarang. Yang aktivitasnya tak sekedar mengasah bakat, mendalami hobi namun lebih jauh dari itu. Aktivitasnya selalu memberikan pengaruh positif terhadap lingkungannya sekecil apapun

Written by Deri

Januari 3, 2009 at 10:50 am

My Personality

with 4 comments

Setelah sekian lama mencoba mengikuti kuis personality (karena gagal melulu), akhirnya saya bisa menyelesaikan juga. Ini dia hasilnya:

http://meidian.mypersonality.info/

Sebenarnya ikut-ikut kuis personality ini bagi saya bukan untuk mengetahui bagaimana diri saya sebenarnya, tapi lebih sebagai sarana untukasyikasyikan aja.  Da sebenarnya kuis personality seperti ini bisa saya identifikasi pertanyaan-pertanyaan. Saya biasanya tau pertanyaan anu merupakan representasi untuk sikap anu, makanya saya tak heran dengan hasil yang seperti itu karena saya sudah bisa mengarahkan hasil kuis personality sesuai dengan apa yang saya pikirkan dan inginkan tentunya. Hehehe…

Gak penting sebenarnya. Tapi gak apa-apalah.

Saya menyukai kuis-kuis semacam ini. Dan kebanyakan kuis-kuis seperti ini bisa saya arahkan hasilnya seperti apa. Cuman satu kuis yang sampai saat ini saya belum bisa arahkan hasilnya. Yaitu Kokology. Entah memang pertanyaan-pertanyaan di kuis kokology sangat abstrak dan sukar diduga.

Written by Deri

Desember 18, 2008 at 10:24 am

Ditulis dalam Heart Express

Mencerna Amarah dengan DIAM

with 9 comments

Pernah menerima cercaan, hinaan, kata-kata kasar dari orang lain?

Pernah menerima amarah dari orang lain?

Cernalah dengan DIAM

Kemudian pikirkan, apakah kau pantas membalas itu dengan ungkapan yang senada?

Tidak sepertinya…

Dengan diam kita akan menjadi lebih empati, peka, memahami, dan memupuk kesabaran ke derajat yang lebih tinggi. Dengan diam, walaupun hati sakit menerima cercaan itu, tapi percayalah ia akan menjadi benteng kokoh yang menopang betapa lemahnya diri kita…

Teman, tidakkah kita ingin hal-hal positif tetap bernaung dalam hati ini?

Kalau begitu, marilah…

Nb.: Hasil renungan setelah saya berkonfrontasi dengan beberapa orang. Terdengar berlebihankah? Saya rasa tidak. Pembelajaran itu kita bisa ambil hikmahnya dari mana saja. Maknanya jangan dipersempit. Karena keikhlasan itu ternyata menjadi obat kesusahan kita. Insya Allah

Written by Deri

Desember 2, 2008 at 9:56 am

To Be The Heir Of World Civilization

tinggalkan komentar »

Setiap kita adalah penting. Mungkin kita pernah atau bahkan sering mendengar kalimat itu. Apa sih yang membuat setiap kita itu penting? Apakah karena kita mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna? Atau karena kita memiliki akal. Sebenarnya ada satu lagi something in our self yang membuat kita begitu penting. Critize: JATI DIRI. Ya, jati dirilah yang membuat kita berharga sebagai manusia, yang membuat kita memiliki sebuah ke-penting-an di depan manusia yang lainnya. Tahu pohon jati? (entahlah nama ilmiahnya apa………). Apa yang menjadi pembeda antara pohon itu dengan pohon lainnya? Kuat? Kokoh? Besar? Ya, itulah yang menjadi ciri khas utama pohon tersebut. Dari sekian pembeda itulah pohon jati menjadi pohon yang paling istimewa di antara pohon lainnya. Pohon  yang memiliki nilai lebih. Itu hanya analoginya. Jelasnya, jati diri manusia itu harus seperti pohon jati. Manusia yang memiliki jati diri adalah manusia yang memiliki kejelasan hidup. Manusia yang memiliki kepentingan dalam setiap apa yang akan dia langkahkan. Ia tak akan mudah terpengaruh arus zaman. Ia…. Ah….. Ia sekuat Pohon Jati.

Lalu mengapa jati diri itu perlu. Atau begini, Jati diri itu susahkah dicari? Atau mudah didapat tapi susah dimanfaatkan. Manusia itu akan bisa menjadi manusia seutuhnya kalau ia telah memiliki atau mendapat atau menemukan jati dirinya. Karena salah satu karakter generasi pewaris peradaban adalah generasi yang berjati diri. Generasi yang memiliki kekuatan asa di dalam dadanya. Jadi teringat sebuah kalimat yang sangat bermakna di sebuah buku yang berjudul Dunia Kata karya M. Fauzhil Adhim:

Manusia hebat itu membelah laNgit dan mengguncang bumi karena ada idealisme yang sangat kuat di dadanya. Mereka memiliki tujuan yang sangat jelas dan kokoh. Tujuan itu begitu berpengaruh sehingga membuat ide mereka mengalir deras dan gagasan besar mengguyur mereka bagai badai.

Itulah cerminan generasi pewaris peradaban. Generasi yang menjadikan jati diri sebagai wadah yang siap menampung badai gagasan, gelombang karya, dan gemuruh rindu terhadap sebuah kejayaan. Ya, itulah generasi unggulan. Generasi yang akan mengubah dunia ini dengan semangat revolusi pemikiran. Tentu pemikiran yang bersumber dari apa yang dia yakini. Generasi baru yang keislamannya tidak hanya sebatas shalat, shaum, dan dzikir. Namun juga generasi yang dadanya bergejolak saat kesucian agama dihinakan. Hatinya meleleh, bersedih dengan setiap kelemahan jiwa padahal ia masih bisa bernafas. Generasi yang tidak hanya menyia-nyiakan usianya begitu saja, namun mengubahnya menjadi kekuatan dahsyat untuk melahirkan sebuah karya bagi peradaban. Generasi yang memikirkan kepentingan umat lalu bergemalah dalam dadanya for to be the vanguard. Generasi yang percaya bahwa kemajuan itu bukan soal cepat atau lambat tapi yang memiliki orientasi masa depan yang matang. Generasi yang telah merancang masa depannya jauh dari cita-cita materiil. Di setiap langkahnya ia merasa bahwa nilai-nilai kehidupan akan kutanam. Itulah generasi yang peradaban tunggu-tunggu. Maukah kita menjadi pelaku sejarah? Mengukir nama di lempengan waktu. Ahh…… kita jadi malu rasanya. Belum pantas. Kita terlalu banyak bicara untuk mengusahakan sebuah perubahan, tanpa jelas konkretnya apa. Kita terlalu memikirkan hal yang kecil dan bergerak dari hal yang besar. Jadinya timpang. Kita terlalu sibuk memikirkan kondisi hati sendiri yang tak jelas sebabnya. Sibuk berkata-kata tanpa makna. Padahal yakinlah kalau kita sungguh-sungguh Alloh akan menunjukkan sirat termudah apabila yang kita kerjakan jauh dari gerak yang sia-sia.

Ahhhh…rasanya kita tak mau ambil peduli jadi generasi seperti apa. Mending duduk santai, nge-game, jalan-jalan, atau tiduran sambil nonton tipi ketimbang memikirkan “sesuatu yang membuat kepala pusing”. Ya itulah kita…dan ketika kita sadar, peradaban baru telah jauh meninggalkan kita. Maka mengekorlah kita kepada orang-orang yang sudah bergerak lebih dulu, yang sudah bangkit dari istirahatnya ketika ayam jantan belum berkokok. Beruntunglah bagi orang-orang yang menyadari bahwa jati diri itu penting. Ia akan lebih mengerti dirinya. Untuk apa dia hidup. Seberapa jauh dia berguna bagi dirinya sendiri dan orang lain. Lalu terbersitlah dalam benaknya: I shall to be the heir of world civilization

Written by Deri

November 14, 2008 at 9:35 am

Ditulis dalam Heart Express

HIDUP TAK SESINGKAT ITU, KAWAN!

with one comment

“Gak terasa yah, kemarin kita baru saja lulus SMA, sekarang udah mo lulus kuliah? Hidup kok rasanya cepet banget, yak?”

Mungkin sering di antara kita berujar seperti itu. Merasa waktu tak begitu lama, merasa hidup tak lagi bisa dinikmati karena begitu cepatnya. Dalam beberapa kesempatan kadang kita mengabaikan hal ini. Kita beranggapan bahwa waktu yang semakin cepat berlalu ini adalah tanda akhir zaman semakin dekat. Akan tetapi bukan hal itu sebenarnya yang menjadi esensi jawaban.

Ada sebab mengapa kita mengucapkan atau bahkan mengalami kejadian seperti itu. Beberapa orang meyakini apabila kita tidak melewati setiap kejadian, setiap langkah, setiap tindakan yang kita lakukan tidak dengan PERASAAN maka sebenarnya kita telah mengabaikan setiap proses yang kita lewati itu. Maka apa akibatnya ketika kita mengabaikan setiap proses atau perjalanan dalam hidup tanpa dimaknai dengan sungguh-sungguh? Ya, akhirnya kita melewati hidup ini dengan datar-datar saja. Tanpa ada naik turunnya. Tanpa ada hal luar biasa yang terjadi. Lalu bagaimana alur dari kehidupan yang datar-datar saja? Tentunya adalah kehidupan yang begitu cepat dilewati. Begitulah keberjalanan alaminya. Tiap orang pasti meyakini itu. Bila dalam setiap proses hidup dimaknainya dengan perasan yang mendalam, setiap waktu dalam pengalaman hidup akan menjadi sangat berharga. Sehingga tiap rentang waktu dalam hidup ini akan menjadi kenangan yang selalu tersimpan dalam pikiran kita. Dan tentu waktu yang penuh kenangan dalam hidup tak akan dilalui tanpa rasa. Tak akan dilalui dengan sedemikian cepatnya. Sayang memang kalau kita sudah lima tahun berkuliah—misalnya—akan tetapi kita tak merasakan esensi dari kuliah itu sendiri, atau kita merasa kehidupan di kampus dilalui dengan datar-datar saja sehingga mengakibatkan alur waktu yang demikian cepat dan tak terasa.

Lalu bagaimana dong agar perjalanan waktu dalam hidup kita tak sedemikian cepatnya. Supaya kita dapat menjadikan tiap detik dalam hidup ini menjadi memori yang selalu ter-save dalam pikiran ini. Demikian adanya kita berharap setiap kejadian, pengalaman, dan perilaku yang kita alami selalu teringat dalam setiap kita berpikir. Menjadi kenangan yang tak bisa dilupakan.

Kita harus memaknai setiap proses dari kehidupan ini. Setiap kegiatan, perilaku, ataupun apa yang kita kerjakan selalu memberikan sesuatu yang berharga dalam perjalanan hidup kita. Yang terpenting kita harus menggunakan perasaan dalam setiap kita berpikir, setiap kita bertindak. Maka setiap momen itu akan tertanam indah dalam memori kita, dan dengan kekuatan perasaan itu kita tak akan menyadari bahwa hidup ini terlalu cepat. Dengan memiliki perasaan yang peka pada setiap kejadian yang kita maknai akan memberikan pengaruh positif dalam setiap pengambilan tindakan kita.

Tak ada yang cara yang lebih baik dalam menjalani hidup ini selain kita menikmati berbagai proses di dalamnya. Maka cara tersebut akan terasa lebih memberikan semangat diri dan keikhlasan hati. Orang lain mungkin beranggapan biarlah hidup ini mengalir begitu saja. Akan tetapi kalau dibiarkan mengalir begitu saja rasanya kita hanya menjalani hidup yang biasa saja, tanpa ada semacam kejutan ataupun hentakan di setiap prosesnya. Lalu untuk apa hidup jika kejadiannya seperti itu saja?!

Written by Deri

November 14, 2008 at 9:27 am

Ditulis dalam Heart Express, Keresahan

HARGA MATI UNTUK SEBUAH PENGORBANAN

tinggalkan komentar »

Fren, pernah ga’ lu ngerasa apa yang lu yakinin diinjak-injak, ato dirusak esensinya? Ampe numbuhin benih-benih resistensi dalam jiwa lu. Elo mungkin bertekad bahwa lu harus ngelakuin sesuatu bwt ngembaliin itu ke posisi yang lebih layak. Posisi yang paling fundamental dalam perjalanan hidup lu. Fren, gw sama ama lu! Gw juga sering kayak gitu. Kadangkala mata gw menanar tajam klo itu terjadi, kadang juga geram, hati gw juga membara. Tapi tau ga sih, apa yang membuat gw, elo, ama smua manusia di muka bumi ini terdorong untuk bersikap kayak gitu? Satu kata yang mungkin bisa gw usulin. Pengorbanan. Ya, dengan itulah kayaknya qt jadi lebih peka sebagai manusia. Dengan pengorbanan sebenernya qt udah ngejalanin salah satu fitrah sebagai manusia. Tapi belon sebagai seorang muslim.

Hakikat pengorbanan sebagai muslim itu adalah ‘bergerak’, bro!, sis! Coba deh lu baca kitab suci pedoman hidup lu sebagai muslim. Surat Annisa ayat 95. Alloh akan melebihkan derajat dan menjanjikan pahala yang lebih baik untuk orang yang berkorban dalam perjuangannya ketimbang orang yang cuma duduk-duduk n ga ‘bergerak’ sama sekali. Lu tau ga, Fren? Gw sekarang ni sedih banget banyak orang yang ngakunya muslim tapi ga nunjukin identitasnya sebagai muslim. Bukan berarti seorang muslim tuh sosoknya harus kaya kiai, ato kaya anak pesantrenlah. Pake gamis, peci, sorban, celana ngatung, berjenggot, jidat item,….( entahlah apa lagi). Tapi apa sih indikasinya klo lu dah nunjukin identitas lu sebagai seorang muslim? The simple answer! Lu tinggal jalanin aja tuh pedoman yang ada pada Alquran n Alhadits. Ga’ perlu ditanyain deh kenapa harus kaya gitu. Alloh tuh tau apa yang paling baik bwt hambanya. Klo lu yakin Alloh tuh Tuhan lu, ya lu harus jalanin dong konsekuensi logis itu. Sayang banget sekarang ga banyak orang yang bisa kaya gitu. Malah sibuk mempertanyakan hal-hal yang gazebo n ga’ penting. Yakin, deh! Alloh lebih tau apa yg the best bwt qt. Emang sih gw juga blon sepenuhnya bisa ngejalanin itu. Lantas apa salahnya coba, qt bareng-bareng ngejalanin itu, dan gw pikir bakal kerasa lebih indah n dahsyat abis tuh pengorbanan qt klo gitu. Pergerakan yang udah nyampe titik kulminasi n ga bakalan terbendung kekuatannya. Inget, Fren pengorbanan lu dalam berjuang ga’ bakal pernah berhenti ngadepin tantangan. Pengorbanan tuh ga’ ngenal kata selesai sebelon lu mencapai tujuan, n sejatinya pengorbanan tuh ga merluin tepuk tangan. Dengan itu gw yakin pengorbanan yang dah qt lakuin bakal terbayar lunas dengan kejayaan (walaupun mahal-tapi justru disitulah kenapa gw sebut ini sebagai harga mati, harga yang ga’ bisa ditawar-tawar lagi). Kejayaan terhadap apa yang qt yakini. Dalam hidup, ada yang harus qt perjuangkan. Idealisme. Ya, inilah yang bakal jadi trigger bwt pergerakan qt; penggerak yang nyalanya berkobar-kobar n ga bakalan mudah padam. Kekuatan idealisme inilah yang udah melahirkan pejuang-pejuang yang kadar pengorbanannya ga’ perlu qt tanyain lg deh.

So, saat lu ngerasa apa yang lu yakinin diinjak-injak n dirusak. Against it! Minimalnya dalam hati lu tertanam gejolak untuk melawan kemunkaran. Gejolak yang jadi bara bwt ngejaga identitas lu sebagai muslim. Ga’ kaya kebanyakan orang sekarang, ngakunya muslim tapi masih ngumbar aurat, ga pernah shalat, nenggak alkohol, de el el., dan parahnya lagi mereka dah ngerasa ’soleh’ karena ngerasa udah banyak berbuat kebaikan. Huh nonsense tuh!

Fren, gw jd teringat tulisan Naguib Mahfudz dalam bukunya yang berjudul Lorong Miqad ia menuliskan bahwa orang yang melakukan perubahan menuju arah yang lebih baik pada seseorang ataupun beberapa orang, itu lebih baik daripada duduk berlama-lama dengan orang-orang beriman. So, Tunggu apa lagi? Let’s Move! Let’s Move! Dan elo bakal ngerasain sebuah ombak pengorbanan mengalir deras dalem jiwa lu.

Fren, rasanya seluruh pikiran telah tercurah, raga tlah terfokus, dan jiwa tlah membersitkan, ga ada kalimat yang lebih baik bwt ngakhiri tulisan ini selain segala puji yang qt persembahkan pada Yang Maha Menguasai Atas Segalanya.

Written by Deri

November 14, 2008 at 9:23 am

Ditulis dalam Heart Express

Energi Alternatif untuk Bumi lebih Hijau

tinggalkan komentar »

Impact of Energy Use:

“energy production and energy consumption cause more enviromental damage than any other peacetime activity on earth

Christine Ervin, U.S. DOE, 1996

Jika saja anjuran hemat energi itu dapat menjadi gerakan sosial, niscaya akan mengurangi konsumsi energi secara signifikan. Jika saja kita menghemat listrik dengan menggunakan lampu hemat energi maka ada penghematan energi listrik yang signifikan, karena 7 watt lampu hemat energi setara dengan 40 watt lampu biasa. Dua puluh enam watt setara dengan 100 watt. Lampu tersebut juga lebih tahan lama dibanding lampu biasa. Jika saja kita memenuhi pekarangan rumah dengan tanaman hijau maka selain menjadi nampak lebih indah, tanaman itu juga mengurangi polusi udara. Jika saja kita lebih sering berjalan kaki ke tempat aktivitas sehari-hari maka betapa banyaknya penghematan energi yang kita lakukan dibanding dengan mengendarai mobil atau motor misalnya, yang selain berdampak pada menurunnya kualitas udara di suatu area juga menambah konsumsi terhadap keberadaan energi primer yang sudah makin menipis. Jika kita menekankan penghematan dalam menggunakan air maka ekosistem dan daur hidrologi yang ada di alam akan terjaga dan stabil. Ya, jika saja semua itu menjadi gerakan sosial yang semua orang menyadarinya dan mau turut serta dalam gerakan itu maka efek positifnya tentu akan lebih terlihat. Dan semua itu perlu diwujudkan segera untuk kehidupan di bumi yang lebih baik.

Apapun gerakan yang dilakukan untuk menghemat energi pada dasarnya adalah sebuah gerakan untuk mengurangi konsumsi energi primer yang sekarang ini keberadaannya mulai berkurang. Akan tetapi, konsumsi energi primer ternyata berimbas pada kebutuhan mendasar manusia seperti air, tanah, dan udara. Rasionalisasi dari pernyataan ini didasarkan pada konsumsi energi primer seperti BBM (Bahan Bakar Minyak), BBG (Bahan Bakar Gas), dan batu bara dapat mengakibatkan terganggunya daur alami yang terjadi pada ketiga komponen alam yang menjadi kebutuhan dasar manusia tersebut. Penggunaan energi primer yang saat ini semakin meningkat ternyata mengakibatkan daur alami elemen-elemen alam terganggu. Selain itu ada fakta ketidakwajaran bahwa ternyata rata-rata konsumsi energi primer dunia perharinya jauh lebih tinggi dibanding dengan produksi energi primer perharinya. Bisa dibayangkan adanya rasionalitas ini berkorelasi dengan fenomena naiknya harga minyak dunia.

Jika saja gerakan hemat energi menjadi sebuah aksi nyata yang efeknya sangat tersebar luas, maka secara tidak langsung akan meningkatkan perhatian kita terhadap perkembangan energi terbarukan. Ya, orang akan berpikir dengan semakin menipisnya cadangan energi primer maka perhatian konsumsi energi akan dialihkan pada sumber energi yang memiliki potensi baik dari segi kapasitas ataupun ekses yang ditimbulkan terhadap bumi. Kapasitas yang melimpah di alam dan tidak merusak alam dalam pengolahan maupun penggunaannya. Coba sekarang kita bayangkan seandainya energi primer di dunia ini habis, sedangkan perhatian terhadap pengolahan energi alternatif atau energi terbarukan belumlah meningkat. Dapat dipastikan kita akan kembali seperti zaman di mana tak ada transportasi, alat teknologi canggih, ataupun listrik yang membantu aksesibilitas dan kemudahan dalam aktivitas kita. Sudah barang tentu kehidupan seperti itu adalah kehidupan yang jauh dari peradaban yang kita alami saat ini. Kita tahu bahwa eksplorasi dan eksploitasi energi primer telah banyak merusak lingkungan. Dampak negatif penggunaan energi primer ini juga tak dapat dihindari. Lingkungan harus menanggung akibat dari pemanfaatan energi berupa pencemaran udara, pencemaran air, pemanasan global, degradasi tanah, dan sebagainya. Maka tiada cara lain untuk mengatasi itu semua selain dengan mengurangi konsumsi energi primer dan mulai mengalihkan konsumsi energi pada energi terbarukan atau energi alternatif.

Upaya ini telah diinisiasi oleh Forum Energi dan Lingkungan Berkelanjutan di Asia Pasifik yang diprakarsai Kyoto University. Forum itu mendorong peningkatan sebesar 50% sampai dengan tahun 2030 untuk penggunaan energi baru terbarukan seperti energi air, angin, panas bumi, surya, dan biomassa. Kemudian sangat terwacanakan dalam CoP ke-13 Bali, 3-14 Desember 2007, walaupun sebenarnya tidak secara eksplisit ada dalam Peta Jalan Bali. Sebenarnya mulai tahun delapan puluh limaan kebijakan energi sudah mulai diterapkan dengan penekanan pada intensifikasi, diversifikasi, dan konservasi. Ekspor komoditas energi mulai berkurang peranannya digantikan dengan komoditas industri berbasis fabrikasi. Seiring dengan proses industrialisasi ini banyak terjadi kerusakan lingkungan. Aspek lingkungan mulai mendapat perhatian dan kebijakan energi mulai diarahkan untuk menggunakan energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan. Akan tetapi selama ini penggunaan energi alternatif masih minim karena harga jualnya masih kurang kompetitif dengan harga jual energi fosil. Pemerintah kita masih menerapkan kebijakan yang malah membuat energi alternatif semakin dikesampingkan. Ditambah lagi dengan “dimatikannya” peluang energi alternatif untuk berkembang dengan pernyataan bahwa banyak energi alternatif yang teknologinya mahal dan kapasitasnya pasokan energinya belum sebanding dengan energi primer seperti minyak bumi. Jelas ini merupakan langkah keliru yang sering dikemukakan oleh pemerintah, padahal perkembangan mengenai energi alternatif ini di berbagai negara telah menunjukkan peningkatan yang berarti seperti di Jerman, Spanyol, Amerika Serikat, Jepang, Belanda. Padahal masih banyak cara untuk membentuk efisiensi energi dari energi alternatif ini.

Potensi Energi Alternatif Di Indonesia

Dengan meningkatnya perhatian dunia terhadap kebutuhan energi alternatif, naif rasanya kalau Indonesia masih menganggap bahwa energi alternatif kurang ekonomis dan kurang mendatangkan pasokan berarti untuk kebutuhan konsumsi energi nasional. Ditambah lagi bahwa ternyata negeri ini memiliki potensi energi alternatif yang demikian besar. Dari beberapa energi alternatif yang ada di Indonesia beberapanya telah dimanfaatkan untuk kepentingan komersial. Hal ini menunjukkan bahwa sumbangsih energi alternatif ternyata bisa memberikan manfaat yang signifikan bila terus dikembangkan lagi.

Tabel Potensi Energi Terbarukan Indonesia

(Sumber: DESDM, 2007)

Energi

Potensi

Kapasitas terpasang

Energi angin

3-6 m/s

4200 MW

Energi surya

4,8 kWh/m2/hari

8 MW

Biomassa

49,81 GW

445 MW

Panas bumi

27 GW

807 MW

Mikrohidro

712 MW

206 MW

Energi air

75,67 GW

0,6 MW

Energi angin sebagai salah satu energi alternatif memiliki potensi yang cukup besar. Bahkan di beberapa daerah tertentu khususnya di Kawasan Timur Indonesia (Kepulauan Nusa Tenggara), kecepatan anginnya lebih dari 5 m/detik. Energi ini merupakan energi yang memiliki kapasitas terpasang paling besar di antara energi alternatif yang lainnya. Angin dengan kecepatan tinggi banyak terdapat di daerah pantai. Indonesia merupakan negara kepulauan dan memiliki garis pantai terpanjang di dunia. Tentunya dengan keuntungan tersebut potensi energi angin ini bisa dikembangkan dan dimanfaatkan.

Potensi tenaga air di seluruh Indonesia secara teoretis diperkirakan sekitar 75 GW yang tersebar pada lebih dari seribu lokasi. Pemanfaatan tenaga air skala besar untuk pembangkit tenaga listrik sampai dengan tahun 2000 mencapai 4.208 MW atau hanya sekitar 5,6 % dari potensi yang ada. Sedangkan mini dan mikrohidro potensinya sekitar 460 MW dan sudah dimanfaatkan sekitar 64 MW yang pada umumnya untuk listrik perdesaan. Energi yang berasal air merupakan energi yang paling mudah dimanfaatkan karena tidak membutuhkan ruang yang luas. Ditambah lagi dengan curah hujan di Indonesia pertahunnya sekitar 2200 mm tentunya ini makin menguatkan potensi energi air itu untuk dikembangkan.

Dari keseluruhan total energi panas bumi dunia sekitar 40%-nya terdapat di Indonesia. Akan tetapi baru sekitar 5% yang mampu dimanfaatkan dengan baik. Padahal apabila 40% energi itu seluruhnya digunakan maka dapat memasok kebutuhan listrik negara-negara Asia. Energi Panas Bumi merupakan energi ramah lingkungan, karena emisi yang dihasilkan adalah uap air. Dengan potensi yang demikian besar, ada banyak keuntungan dari energi panas bumi ini yaitu dapat diperbaharui dan berkelanjutan dan clean and safe energy. Selain energi ini bisa dimanfaatkan untuk pembangkit listrik, panasnya pun dapat digunakan untuk tempat pemandian air hangat, sistem akuakultur, agrikultur, dan district heating.

Masih ada lagi energi alternatif yang ada di Indonesia. Sama halnya dengan energi Geotermal energi ini juga melimpah di Indonesia. Energi surya. Ya, energi ini melimpah di Indonesia, karena Indonesia terletak di daerah khatulistiwa yang implikasinya mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun. Ini mengakibatkan Indonesia surplus energi. Akan tetapi pemanfaatannya akan energi ini masih kurang diaktifkan di Indonesia. Padahal apabila kita mampu ‘menyimpan’ energi matahari ini satu hari saja, itu bisa memutar roda industri dunia selama seratus tahun. Akan tetapi walaupun kita bisa melakukan itu, tapi alam tak akan mendukung, sebab apabila energi surya diambil seluruhnya satu hari saja, hal itu bisa mengakibatkan punahnya daur hidrologi dan spesies-spesies hewan serta tumbuhan. Sama seperti energi panas bumi, energi ini sama sekali tidak merusak lingkungan. (Geosains, Prof. Bayong Tjasyono H.K.,D.E.A, 2004)

Potensi energi yang berasal dari biomassa-pun demikian melimpah di Indonesia. Dengan keanekaragaman hayati dan hutan yang masih luas, peluang untuk mewujudkan potensi yang ada terbuka sangat lebar. Apalagi dengan dukungan fakta bahwa Indonesia merupakan penghasil kelapa sawit no.1 di dunia. Untungnya pemerintah memberikan fokus yang cukup tinggi pada pengembangan energi ini. Mengapa energi ini menjadi prioritas pengembangan pemerintah? Karena biomassa mampu mengonversi 1 metrik ton massanya menjadi 166 galon metanol (untuk bahan bakar kendaraan bermotor), 666 kWh listrik, dan menghindari emisi sekitar 450 kg karbon dalam penggunaannya.

Tabel Program Diversifikasi Energi-ESDM,

Energi Alternatif Rumah Tangga Transportasi Industri Pembangkit Listrik
Biomass v - - v
panas bumi v - - v
Air/Hidro - - - v
Surya v v - v
Angin - - - v

Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa sebenarnya energi alternatif bisa dikembangkan atau dimanfaatkan untuk pembangkit listrik. Sehingga pemerintah tak perlu terlalu bergantung pada BBM yang di samping mahal juga cadangannya semakin menipis.

Energi Alternatif: Menyelamatkan Bumi

Kegiatan pengembangan di sektor energi, sejak dari eksploitasi sampai ke pemanfaatannya, berpotensi memberikan dampak negatif terhadap perubahan fungsi lingkungan hidup. Penggunaan energi primer yang tak terkontrol dapat menimbulkan polusi karena adanya limbah padat, limbah cair, dan emisi dari pembakaran energi fosil seperti: partikel, SO2, NOx, dan Karbon Dioksida (CO2). Hubungan antara lingkungan dengan energi pada awalnya tidak dianggap sebagai hal yang penting. Namun seiring dengan meningkatnya industrialisasi masalah ini kemudian mendapat perhatian yang besar. Dalam perkembangan selanjutnya masalah lingkungan ini selalu dikaitkan dengan pembangunan berkelanjutan. Pembangunan dapat disebut berkelanjutan bila memenuhi kriteria ekonomis, bermanfaat secara sosial, dan menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Dengan adanya pemanfaatan energi alternatif atau pemerintah biasa menyebutnya energi baru terbarukan (EBT) dapat menunjang terwujudnya pembangunan berkelanjutan, yang selain memenuhi kriteria ekonomis juga berwawasan lingkungan. Peluang energi alternatif dalam mewujudkan proses itu sangatlah besar karena energi baru dan terbarukan ini biasanya memiliki sifat bebas polusi,mampu menopang ketahanan energi, dapat diperbaharui, dan memiliki efisiensi tinggi.

Akan tetapi upaya yang dilakukan untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan atau pembangunan yang berwawasan lingkungan tidaklah cukup sampai di situ. Perlunya regulasi dari pemerintah agar proses pengembangan energi alternatif sebagai faktor penting dalam mewujudkan pembangunan yang berwawasan lingkungan, menjadi meningkat.

Untungnya, Pemerintah kemudian membentuk Badan Koordinasi Energi Nasional (BAKOREN) untuk mewujudkan kebijakan energi ini. Ada lima kebijakan utama terkait energi yang disusun oleh BAKOREN pada tahun 1998. Kebijakan utama tersebut yang berkaitan dengan lingkungan salah satunya adalah memperhatikan aspek lingkungan dalam pembangunan di sektor energi termasuk di dalamnya memberikan prioritas dalam pemanfaatan energi bersih. Jelaslah dengan kebijakan itu sebenarnya tak ada celah bagi pemerintah untuk tidak mengembangkan energi baru terbarukan.

Mencoba melihat pada inti persoalan yaitu penghematan energi untuk menyelamatkan bumi, sebenarnya dapat dipenuhi melalui pemanfaatan energi alternatif dengan alasan-alasan yang dikemukakan sebelumnya. Untuk memperkuat alasan tersebut penulis mencoba mengaitkannya dengan Rencana Induk Konservasi Energi Nasional (RIKEN), peluang penghematan energi adalah sebagai berikut :

  • Sektor industri : 15-30%
  • Sektor transportasi : 25 %
  • Sektor rumah tangga dan bangunan komersial : 10-30%.

Dengan kegiatan penghematan energi, upaya menyelamatkan bumi dengan mengurangi emisi yang dapat mengakibatkan pemanasan global dapat dilakukan dengan segera.

Implementasi dari penghematan itu adalah dengan membuat transportasi hemat energi di beberapa kota besar, dan transportasi ramah lingkungan, membangun teknologi bersih dan ramah lingkungan yang mampu mengelola limbah sendiri, serta penurunan emisi karbon yang ada di rumah tangga dengan melakukan tindakan-tindakan yang penulis telah utarakan di awal tulisan ini.

Nah, dengan adanya energi baru dan terbarukan ini kerusakan bumi dapat dihindari, karena sifat dari energi ini adalah ramah lingkungan. Dengan penggunaan energi alternatif ini sebenarnya kita telah dapat menghemat penggunaan energi lainnya seperti BBM, BBG, ataupun batu bara yang disinyalir energi itu dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan baik dari pengolahannya maupun pemanfaatannya. Dengan penggunaan energi alternatif tersebut, maka kerusakan lingkungan dapat diminimalisasi dan bumi dapat terselamatkan dari kerusakan.

Written by Deri

November 14, 2008 at 9:21 am

Ditulis dalam Heart Express

Denting

with 7 comments

denting ini tak bisa dikendalikan saat beribu elok senja menitipkan cahayanya. hanya perih, hanya peduli, hanya kosong dan semua terjemahkan dengan bentang-bentang cakrawala. menutupi keluh. menutupi gelisah. hanya saja denting itu diam. diam dari segala hingar alam. diam dari hujan yang ia nantikan. diam dari waktu yang ia rangkai. denting hanya mampu berbunyi sangat sunyi. menorehkan luka, berkaca atas kepergian cakrawala. diam dan diam.

pilihan yang menjadi riak-riak haru, tak mampu terjabarkan. senyap denting tak mampu hadirkan kenyamanan bagi alamnya. diam dan menyendiri.

hanya hening merajai sore ini….

Written by Deri

November 6, 2008 at 10:16 am

Ditulis dalam Literature

My View On OST Laskar Pelangi

with 3 comments

Selain filmnya yang memang keren. OST Laskar Pelangi juga enak didengar dan memiliki makna yang dalam. Ada lima lagu yang saya sukai di album OST ini. Selain yang dijadikan hit single pada OST ini adalah lagu Nidji yang berjudul Laskar Pelangi. Cukup ceria dan menampakkan keceriaan. Menampakkan mimpi untuk menahlukkan dunia. Menumbuhkan sikap optimis disela kesulitan yang bisa saja memendamkan kekecewaan. Lagu Veris ‘Mahar’ yang berjudul Bunga Seroja juga enakdidengar. Sangat kental menghadirkan nuansa musik melayu. Lagu yang asyik juga saya dengarkan dari Ipang yang berjudul Sahabat Kecil. Tentram rasanya mendengarkan lagu ini. Mengalir dan jernih. Lirik lagunya sangat khas menggambarkan dunia anak-anak yang lugu polos walaupun di tengah keterbatasan yang membelenggu. Lagu yang dinyanyikan Gita Gutawa dengan judul Tak Perlu Keliling Dunia sebenarnya cukup enak didengar, cuman bagi saya hanya pada bagian reffrain-nya saja. Lagu yang cukup banyak menghadirkan irama yang rumit namun enak didengar. Menghadirkan keindahan dalam musiknya.

Dan ini adalah lagu terakhir dari lima lagu yang saya senangi. Lagu favorit di OST ini. Yanag dinyanyikan oleh Sherina dengan judul Ku Bahagia. Liriknya sarat makna, mendalam, menghadirkan asa di kesepian, menorehkan kebahagiaan di antara kesulitan yang ada. Ketika mendengar lagu saya membayangkana sedang berada di padang rumput hijau yang sangat luas di kala sore, sambil berlari dan menikmati pemandangan yang sangat ingin saya saksikan. Lirik di lagu ini juga menghadirkan optimisme yang lebih dibanding dengan kesusahan yang ada. Sangat mendalam lirik lagu ini. Ditambah dengan yang menyanyikannya adalah Sherina, membuat lagu ini nampol banget. Sarat makna,,,musiknya enak dan menghadirkan suasana yang indah serta nyaman.

Lirik Lagu Sherina – Ku Bahagia

ost. Laskar Pelangi

Kita bermain-main
Siang-siang hari senin
Tertawa satu sama lain
Semua bahagia semua bahagia

Kita berangan-angan
Merangkai masa depan
Di bawah kerindangan dahan
Semua bahagia semua bahagia

Matahari seakan tersenyum

Reff:
Walau makan susah
Walau hidup susah
Walau ‘tuk senyumpun susah
Rasa syukur ini karena bersamamu juga susah dilupakan

Back to [*]

Oh ku bahagia
Oh ku bahagia

Kita berlari-lari
Bersama mengejar mimpi
Tak ada kata ‘tuk berhenti
Semua bahagia semua bahagia

Matahari seakan tersenyum

Back to Reff: 2x

Oh ku bahagia oh ku bahagia

Back to Reff: 3x

Oh ku bahagia
Oh ku bahagia
Oh ku bahagia

Written by Deri

November 2, 2008 at 10:21 am

Ditulis dalam Heart Express

Tingkat Akhir

with 6 comments

resmi setelah Kerja Praktek selesai, resmi setelah melakukan regestrasi online semester tujuh, resmi setelah keluar dari asrama (hahaha….apa hubungannya), akhirnya saya menyandang status sebagai mahasiswa tingkat akhir. berarti, masa kuliah saya di kampus ini sudah semakin sempit. sudah semakin nyadar bahwa sebenarnya harus banyak yang perlu dipikirkan dan rencanakan….

namun sebenarnya menjadi mahasiswa tingkat akhir bagi saya adalah masa yang paling berat sepertinya, bukan saja karena harus menyusun tugas akhir tapi ada beberapa hal yang ternyata malah sampai saat ini saya belum bisa mendapatkan banyak hal. ada kekecewaan, namun ada juga kegembiraan.

ada beberapa kekecewaan saya…

1. tingkat akhir tuh harusnya fokus ke akademis, nyiapin buat lulus, tapi semua temen saya di Meteorologi angkatan 2005 malah menjadi BP di himpunan, ya himpunan yang baru berumur belum genap satu bulan. mengapa itu terjadi??? BP kamaren dipegang 2004 dan kini mereka siap-siap buat nyusun TA (parah banget dah harusnya dah pada lulus tuh), ya sekarang giliran 2005, kenapa gak dikasih ke 2006 (hahaha,,,me06 itu gak ada woi), 2007??? belum “disentuh”. so terpaksalah 2005 yang ngurus himpunan, padahalmah ya,,,banyak di antara kami (hampr 80% yang bisa lulus 4 tahun, tapi gak tau deh dengan ngurus himpunan ini apakah target di depan mata itu bisa dicapai atau tidak.

2. tingkat akhir tuh harusnya leih sering di lab, nyari2 topik buat TA (bukan buat doTA), nyusun tugas akhir. tapi apa coba?? kami belum bisa masuk lab, why??? bikos banyak angkatan di atas kami yang masih ngerjain TA-nya di lab (arrrggghhh parah juga, bukannya harus lulus tepat waktu juga!). inilah yang menghambat, padahal target yang lulus Juli 2009 di angkatan 2005 banyak banget,,,gimana dong kalau begini,,,masa kami harus menunda buat lulus tepat waktu,,,tak bener ini,,,woi senior cepatlah lulus klean biar kami bisa masuk lab, n bisa ngerjain TA.

3. tingkat akhir masih disibukkan dengan praktikum yang demikian padat, entah mengapa ini teh biasa atau nggak, soalnya menyita waktu banget,,,belum lagi harus segera menyerahkan topik penelitian tugas akhir,,,laporan KP yang samapai saat ini belum juga kami urus,,huffhh. entahlah…

4. udah tingkat akhir, udah mau lulus,,,tapi blum pernah keliling2 bandung,,,banyak tempat yang belum saya datangi dan pengen saya datangi,,,ini mah rahasia lagi…banyak anak itb yang bahkan udah mau lulus-pun gak tau yg namanya gasibu (parah pisann…) ada gak ya yang gak tau kebun binatang bandung dimana???(hahaha….keterlaluan pisan eta mah)

selain kekecewaan ada juga lah kegembiraannya…meski sebenarnya bukan pure kegembiraan,,,sebagai mahasiswa tingkat akhir sayapun harus menikmati proses yang ada di dalamnya…

1. saya ikhtiarkan kalau udah tingkat akhir ini harus sering pulang,,,gak enak juga kalau tiap kali pulang jadi ngerasa orang asing di rumah…selain itu juga ada tujuan lain,,,ngobrol2 ma ortu pengen dipersering, hehehe….terutama mengenai…..(disensor), ngorolin tentang masa depan-lah. langkah2 yg harus diambil, dll…selain itu juga mencoba lebih dekat lagi dengan adik2 saya,,, gak enak aja pas pulang mereka kayak yang segan gitu sama saya, emang nyah saya orang lain???

2. waktu kuliah cuman 3 hari tapi padetnyah gila abis,,,berarti hari non kuliah harus dimanfaatin bgt,,,buat jalan-jalan (hehehe ini mah hobi), searching2 info, ngikut2 pelatihan yg berguna n disenengin, ,bersosialisasi, nulis (aktivitas yg jarang saya lakukan lagi semenjak SMA), ngikut ormas (ini nih blon kesampaian), ikut kegiatan2 pengmas (alhamdulillah udah banyak)

3. udah tingkat akhir…waktu untuk lebih memahami diri sendiri harus diprioritaskan,,,tapi juga harus lebih empati, dan peka tentunya, yah…biasalah biar tetep banyak teman…

4. apalagi ya????udah jadi swasta harusnyah, hahahahahaha,,,parah!!!!

udah ah, segitu aja…

yang jelas kini kran pembelajaran harus saya buka lebar-lebar,,,

mulai terbuka terhadap banyak hal

mulai menyukai banyak hal??

terlambatkah??

saya rasa tidak. daripada menyesal di kemudian hari…

Written by Deri

Oktober 30, 2008 at 4:57 am

Ditulis dalam Heart Express